Beralih Ke Balikpapaners.com
Jumat, 14 Januari 2011Silahkan berkunjung Baca Selengkapnya......
Diposkan oleh Korwil Balikpapaners di 23:02 0 komentar
Beralih Ke Balikpapaners.com
Silahkan berkunjung Baca Selengkapnya......
Diposkan oleh Korwil Balikpapaners di 22:49 0 komentar
Lawan Berat, Gagal Target
Minggu, 17 Oktober 2010
BANDUNG- Sejak kick of babak pertama ditiupkan oleh wasit Armando Pribadi, tim Persiba Balikpapan bermain garang, penuh semangat juang meraih kemenangan. Sayang seribu sayang, keberuntungan tidak berpihak kepada tim kebanggan warga Kota Beriman tersebut. Meski bermain ngotot dengan perlawanan berat, akhirnya Persiba menderita kekalahan pertamanya di musim Kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010/2011.
Mengusung target tidak kalah dari tuan rumah Persib Bandung, justru berbalik dan memaksa Beruang Madu-julukan Persiba menelan kekalahan 1-5 atas Maung Bandung-julukan Persib. Pertandingan tersebut juga disaksikan secara langsung ribuan supporter Persiba Balikpapan di halaman Gedung Biru Kaltim Post, malam tadi.
Satu-satunya gol hiburan bagi Persiba kemarin tercipta di menit ke 32 melalui striker Aldo Barreto Miranda. Tampil dengan kostum tandang putih-putih tim Persiba yang tampil percaya diri sekalipun tanpa di perkuat empat pilar mereka Mijo Dadic, Sultan Samma, Kim Young Hee dan Eddy Gunawan.
Seakan tak akan berpengaruh besar pada penampilan Muhammadan dan kawan-kawan sekalipun lawannya Persib yang sejak jauh-jauh hari mengusung target menang sebagai kado HUT ke-200 Kota Bandung yang tepat bersamaan waktunya dengan laga kemarin. Tampil lepas sebagaimana yang diharapkan pelatih Junaidi, Persiba langsung memperagakan permainan offensif dengan menggempur pertahanan tim tuan rumah.
Agresifitas anak-anak Persiba di awal babak ini mampu merepotkan pertahanan Persib yang dimotori Nova Arianto, Maman Abdurrahman, Baihakki Khaizan dan Wildansyah. Pertandingan antara Persib dan Persiba berlangsung menarik. Kedua tim memperagakan permainan terbuka, sehingga serangan silih berganti berdatangan ke pertahanan Persib dan Persiba.
Beberapa kali serangan Beruang Madu yang dimotori Aldo Barreto dan Amri memaksa kiper Persib yang juga kiper Timnas PSSI Markus Haris Maulana jatuh bangun. Pertandingan baru berjalan enam menit , bobotoh dibuat tertegun oleh aksi Aldo Barreto yang menerima assist dari Amri. Sayang Aldo sepakan striker asal Paraguay ini justru membentur wajah Markus yang langsung mengamankan bola liar tersebut.
Persib yang juga tampil menyerang dengan semangat besar mendulang kemenangan perdana sekaligus sebagai kado untuk HUT kota Bandung, tak mau tertekan begitu saja. Panetrasi duet bomber mereka Cristian Gonzales dan Pablo Frances cukup menyulitkan lini belakang Persiba. Demikian pula set piece yang kerap dilancarkan oleh Atep pun memaksa kiper I Made Wirawan ketar-ketir.
Saling menyerang yang diperagakan kedua tim ini pun akhirnya membuahkan hasil. Tapi tidak untuk tim tamu. Publik tuan rumah yang benar-benar membirukan Stadion Siliwangi yang diguyur hujan akhirnya bersorak. Memanfaatkan bola rebond hasil tendangan keras Cristian Gonzales yang membentur tiang kanan Persiba, berhasil dikuasai oleh Pablo yang berdiri tak terkawal.
Dari luar kota penalti tendangan Pabalo menghujam keras menggetarkan gawang I Made Wirawan di menit ke 13. Tertinggal 0-1 tidak mengurangi semangat tim Persiba. Justru dari ketertinggalan tersebut mereka terus berusaha menekan Persib. Hasilnya setelah untuk kali kedua tendangan Aldo berhasil ditepis oleh Markus yang berbuah tendangan pojok.
Dengan akurat Donny Siregar behasil mengarahkan bola ke depan gawang Persib, Aldo yang unggul dengan lompatannya mampu menyundul bola dengan kerasnya dan memaksa Markus memungut dari gawangnya dan menrubah kedudukan menjadi 1-1. Permaina menyerang kedua tim ini tersaji hingga di ujung babak pertama Persib sukses kembali unggul 2-1 dari Persiba.
Di masa tambahan waktu satu menit babak pertama, Atep dengan gemilang sukses menghujamkan bola ke gaawang Persib yang hanya membuat Made tertegun. Di babak kedua, permainan tidak mengalami perubahan. Bahkan Persiba yang berusaha mengejar ketertinggalannya bermain lebih ofensif dengan menambah barisan depannya. Eki Nurhakim masuk menggantikan Rasmoyo.
Strategi menyerang dengan menambah kekuatan lini depannya, rupanya tak membuat Persiba beruntung bahkan sebaliknya Persiba buntung. Pasalnya permainan menyerang Persiba mampu diladeni dengan permain apik tuan rumah. Sentuhan bola dari kaki ke kaki dengan counter attack yang akura. Panetrasi Baihakki Khaizan serta Sharil Ishak mampu memporak porandakan barisan pertahanan Persiba.
Petaka pun kembali menimpa Beruang Madu, ketika sontekan Sharil hanya mampu di blok oleh Made yang menyebabkan bola muntah dengan gesit disambar kapten tim Maung Bandung Eka Ramdani membuat kedudukan 3-1. Masuknya dua pilar muda Persib yang berasal dari tim U-21 mereka, Rahmat Affandi dan Jejen Zainal Abidin tidak menuruhnkan tempo permainan tim asuhan pelatih Jovo Cuckovic ini.
Strategi tersebut justru membuahkan hasil. Menit ke 77, Rahmat Affandi sukses membuat Persib unggul 4-1 sebelum akhirnya pesta gol Maung Bandung ke gawang Made Wirawan ditutup dengan gol cantik Jejen di menit ke 82. Tertinggal 1-5 membuat Junaidi menarik Made dengan memasukkan kiper Galih Sudaryono. Sayang masuknya Galih di ujung babak kedua ini tak membuat Persiba bangkit.
Skor 5-1 untuk Persib ini pun bertahan hingga laga usai. Dengan kekalahan tersebut Persiba pun harus melorot ke peringkat 5 dengan torehan poin 5 dari hasil sekali menang , dua kali seri dan sekali kalah.
Sedangkan bagi Persib sendiri dengan kemenangn tersebut mereka berada di epringkat 9 dengan poin4 dari hasil sekali menang, sekali seri sekali kalah. Selanjutnya usai laga tersebut, Persiba Balikpapan kembali harus melanjutkan laga awaynya ke markas Sriwijaya FC yang akan berlangsung pada 21 Oktober mendatang.(san)
Diposkan oleh Straga Online di 12:55 0 komentar
Syahril Salut Permainan Persiba
BANDUNG- Tak ingin mencari kambing hitam atas kekalahan telak 1-5 tim Persiba Balikpapan dari tuan rumah Persib Bandung, Ketua Umum Persiba H. Syahril HM Taher tetap memuji pasukannya tersebut.
“Saya senang dengan penampilan tim pada pertandingan tadi (kemarin.Red). Kalian lihat bagaimana permainan yang diperagakan pemain Persiba meski akhirnya harus kalah. Saya rasa kalah itu adalah hal yang biasa dalam sepakbola,” ujar Syahril memotivasi para pemain.
Tidak hanya itu saja, Syahril melanjutkan absennya beberapa pemain juga membuat pengaruh dalam timnya. “Apalagi kondisi hujan serta lampu stadion yang masih dibawah standard sedikit banyak cukup berpengaruh,’ ujarnya. “Apalagi selama ini tim kami belum pernah bermain pada cuaca hujan . ini mungkin menjadi catatan buat pelatih,” tegasnya.
Tapi, menghadapi tandang berikutnya melawan Sriwijaya FC, Syahril berharap kelemahan timnya terutama di lini belakang dapat segera teratasi. “Mudahan saja pemain kami yang cedera dapat segera pulih. Jika masih belum bisa dimainkan saya berharap pemain-pemain yang ada dapat lebih dimaksimalkan lagi,” katanya.
“Karena harapan kami selain Persiba wajib memenangkan semua laga kandang, kami pun harus mampu menang di luar kandang, atau setidaknya mampu mencuri poin. Karena itu akan lebih baik,” tandas Syahril.(san)
Diposkan oleh Straga Online di 12:51 0 komentar
Pertahanan Rapuh
Junaidi mengakui absennya Mijo Dadic sangat berpengaruh
BANDUNG- Absennya Mijo Dadic yang selama ini menjadi sntral kekuatan lini belakang tim Persiba Balikpapan memang tidak dapat dipungkiri. Kenyataan pahit pun harus ditelan tim Beruang Madu -julukan Persiba- ketika bertandang ke markas Persib Bandung pada lanjutan ISL 2010/2011, Sabtu (16/10) kemarin.
Tidak tangung-tanggung, akibat lemahnya sektor barisan belakang Persiba karena absennya libero asal Kroasia tersebut, harus dibayar dengan kekalahan terbesar di awal musim ini. Ya, Persiba harus bertekuk lutut dari Persib dengan kekalahan telak 1-5 (1-2).
Tapi saya tidak bisa pungkiri, absennya Mijo Dadic masih membuat saya harus berbenah karena barisan belakang kami masih lemah,” ujar Junaidi saat jumpa pers usai laga kemarin. Tak adanya Mijo lini belakang Persib yang diharapkan tampil konsisten rupanya harus kembali keteteran meladeni permainan cepat Persib. “ Kami memang harus segera mencari solusi terbaik untuk mengatasa permasalahan ini.
Sekalipun sudah kami coba untuk mempekuat lini belakang kami, tapi sosok Mijo masih belum tergantikan,” tegasnya. Petaka yang menimpa Persiba pada laga kemarin, tidak hanya karena faktor Mijo saja yang memang membuat pertahanan Persiba babak belur. “Tapi selain memang kami bermasalah dengan lini belakang, saya rasa faktor kondisi cuaca yang hujan serta penerangan stadion yang tidak standard cukup berpengaruh bagi tim kami,” terang Junaidi.
“Belum lagi dengan absennya pemain kami selain Mijo, seperti striker Sultan Samma, gelandang Kim Young Hee yang belum sembuh total serta Eddy Gunawan yang tiba-tiba sakit. Itu juga sangat mempengaruhi tim kami. Artinya tanpa mereka kami memang tampil tidak lengkap,” beber Junaidi.
Menurut Junaidi, Persiba mampu tampil baik di babak pertama bahkan tidak hanya sekedar mengimbangi tuan rumah dengan gaya menyerang Aldo dan kawan-kawan. “Tapi tim kami juga kurang beruntung, terbukti banyaknya peluang gagal terealisasi. Sebaliknya keberuntuntungan buat Persib, sekali ada peluang mereka mampu membuahkan gol,” tandas Bang Jun sapaan akrabnya.
Sementara itu pelatih Persib Jovo Cuckovic mengaku bangga dengan performance timnya. Semua pemain Persib baik mereka yang senior maupun pemain mudanya mampu menunjukkan kelasnya. “Ini pertandingan yang luar biasa berhasil ditunjukkan semua pemain kami.
Saya salut dengan pemain-pemain muda yang tidak hanya sekedar solid tapi mereka pun mampu memanfaatkan peluang menjadi gol,” tutur Jovo. Menurut Jovo, timmya memang sempat tertekan dan sulit mengembangkan permainan menginga Persiba tampil bagus di babak pertama. “Justru itu yang membuat pemain kami perlahan bangkit.
Terbukti ketenangan mereka pun berbuah hasil yang manis. Semua gol yang tercipta dari pemain kami sangat bagus dan layak bagi kami untuk menang,” tandas Jovo pelatih kelahiran Kroasia berkebangsaan Serbia tersebut.(san)
Diposkan oleh Straga Online di 12:45 0 komentar
Junaedi Akui Kekalahan Persiba
Manajer Persib menyambut gembira sikap sportif Junaedi.
BANDUNG - Sempat tampil tak terkalahkan di dua laga kandang perdana, Persiba akhirnya harus bertekuk lutut di hadapan Persib Bandung dengan skor telak 5-1 pada laga lanjutan Superliga Indonesia 2010/11, Sabtu (16/10) di Stadion Siliwangi, Bandung.
Setelah pertandingan, pelatih tim Beruang Madu Junaedi yang akrab dipanggil Bang Jun mengakui kekalahan pahit yang harus ditelan timnya.
"Saya ucapkan selamat atas kemenangan Persib meski sebenarnya kami sempat memberi perlawanan berarti terutama di babak pertama," kata Junaedi saat konferensi pers.
"Namun gol kedua Persib melalui Atep jelang wasit menutup paruh pertama telah menjatuhkan mental kami."
Junaedi kemudian menilai keberhasilan Maung Bandung memanfaatkan dengan baik setiap peluang mencetak gol menjadi penentu kekalahan timnya. Di samping itu, absennya Mijo Dadic dan Kim Jung Hee diakui Junaedi membuat kekuatan Persiba pincang.
"Para pemain Persib mampu memanfaatkan peluang sekecil apapun untuk dijadikan gol, hal sebaliknya terjadi pada tim kami. Di sisi lain absennya [Mijo] Dadic dan Kim [Jung Hee] sangat terasa mengurangi kekuatan tim," jelasnya lagi.
GOAL.com Indonesia kemudian bertanya soal keputusan Junaedi menerapkan strategi menyerang sejak menit awal dan tetap memaksakan menyerang di babak kedua saat memasukkan Eki Nurhakim padahal saat itu Persiba sudah kepayahan mendapat gempuran Maung Bandung.
"Target kami hanyalah bermain bagus. Saat posisi tertinggal bukan keputusan baik bagi saya untuk diam, kami tidak mungkin terus bertahan dan harus melanjutkan usaha menyamakan kedudukan, tetapi sayang kami gagal. Jika saya menerapkan strategi bertahan, mungkin saja kami kalah dengan skor yang lebih besar," ungkapnya lagi.
Jelang pertandingan berakhir Persiba melakukan pergantian mengejutkan dengan menarik keluar kiper Made Wirawan dan memasukkan Galih Sudaryono. Untuk hal ini, Junaedi mengatakan hanya ingin memberi pengalaman bermain bagi kiper mudanya tersebut.
Di kubu Maung Bandung melalui manajer H. Umuh Muchtar menyambut gembira sikap sportifitas dengan mengakui kekalahan yang diperlihatkan oleh pelatih Junaedi.
"Apa yang diutarakan oleh pelatih Persiba memang benar, mereka tampil baik saya bahkan memprediksi pertandingan akan berakhir dengan skor ketat. Saya senang Junaedi mengakui kekalahan yang berarti dia telah menjunjung nilai-nilai sportifitas," tutur Umuh. (gk-15)
Diposkan oleh Korwil Balikpapaners di 10:28 0 komentar
Babak Belur
BANDUNG – Persib “Maung” Bandung berhasil memberikan kado terindah bagi HUT Kota Bandung ke-200 tahun di stadion Siliwangi, Sabtu (16/10/2010). Tampil dihadapan puluhan ribu bobotohnya, Persib menumbangkan Persiba Balikpapan dengan skor telak 5-1.
Tampil dengan kekuatan intinya, Persib bermain menyerang. Gebrakan pertama dilakukan Atep pada menit ke-8 yang melakukan tendangan keras. Namun, kiper Persiba I Made Wirawan berhasil menepisnya.
Enam menit kemudian, umpan terobosan Eka Ramdani langsung disambar Cristian Gonzales. Namun, tendangan pemain berjuluk El-Loco ini membentur mistar gawang. Tapi rupanya, Pablo Frances tak menyia-nyiakan kesempatan dan berhasil membobol gawang tim Beruang Madu dan merubah kedudukan 1-0. Gol kedua Pablo di ajang LSI 2010/2011 ini disambut meriah bobotoh.
Namun, keunggulan ini tidak berlangsung lama. Tepat pada menit ke-33, top skor LSI 2009/2010 Aldo Bareto menebar mimpi buruk dengan membobol gawang Markus Haris Maulana hasil dari tendangan sudut yang berhasil menyamakan kedudukan.
Tambahan waktu satu menit pada babak pertama dimanfaatkan betul Maung Bandung. Atep yang berdiri bebas di depan titik putih berhasil melakukan tendangan keras yang sebelumnya membentur salah satu pemain Persiba. Lagi-lagi, I Made Wirawan harus memungut bola dari gawangnya. Kedudukan 2-1 saat turun minum.
Babak kedua, Persib rupanya terus gencar melakukan serangan. Berbagai peluang masih bisa dimentahkan benteng pertahanan lawan. Baru pada menit ke-61, assist Shahril Ishak disambut Eka. Meski kiper Made sempat menepisnya, namun bola jatuh tepat di depan kaki Eka dan dengan mudah kembali membobol gawang Made.
Atep yang didera cedera terpaksa digantikan Siswanto pada menit ke-66. Pablo yang juga mengalami cedera digantikan Rachmat Afandi menit ke-70. Sementara sang kapten Eka digantikan Jejen Zainal Abidin pada menit ke-77. Hasilnya, satu menit kemudian, umpan Jejen di sayap kanan disambut Afandi dengan sempurna. Gol perdana eks pilar Arema Indonesia ini kembali membuat riuh stadion Siliwangi.
Meski telah unggul 4-1, anak-anak Maung Bandung tak mengendorkan serangan. Justru kali ini lagi-lagi pemain pengganti, Jejen berhasil memberikan gol perdananya bagi Persib. Tendangan keras Hariono yang membentur mistar gawang disambut sempurna Jejen yang berhasil kembali membuat gawang tim tamu kebobolan. Keunggulan 5-1 ini terus bertahan hingga wasit Armando Pribadi meniupkan peluit panjang akhir laga.
(hmr)
Diposkan oleh Korwil Balikpapaners di 00:34 2 komentar
Sama-sama Optimistis
Sabtu, 16 Oktober 2010
Kedua tim sama-sama kehilangan beberapa pemain inti.
BALIKPAPANER'S - Kemungkinan besar harus kehilangan banyak pemain intinya. Persiba Balikpapan tetap optimistis bisa mencuri poin di kandang Persib Bandung, Sabtu, 16 Oktober 2010.
Cedera retak tulang punggung yang dialami Mijo Dadic, mengancam soliditas di lini belakang Beruang Madu -julukan Persiba-. Selain Dadic, striker lokal andalan Persiba, Sultan Sama juga diragukan bisa dimainkan karena sedikit mengalami gangguan di kakinya. Kondisi serupa juga dialami legiun impor asal Korea Selatan, Kim Young Hee.
"Mijo Dadic kemungkinan tidak bisa main, tapi kita akan lihat kondisi terakhirnya seperti apa. Begitu juga dengan Sultan Sama dan Kim. Mekipun ada perubahan pelatih tapi secara tim tidak akan jauh berbeda," terang pelatih Persiba, Junaedi.
"Tahun kemarin kita memang bisa menang di sini, mudah-mudahan sekarang kita juga bisa menang lagi, kita bermain enjoy saja. Semua pemain Persib mesti diwaspadai dari depan sampai belakang, kami akan berusaha untuk bisa menang," lanjutnya.
Sementara itu, pelatih Persib Jovo Cuckovic mengeluhkan banyaknya pemain yang cedera. Pelatih asal Serbia itu, menyatakan akan sulit bagi Maung Bandung membentuk karakter permainan yang mengandalkan kolektivitas jika setiap program komposisi pemain tak pernah komplet.
"Latihan kebersamaan kurang karena pemain banyak absen, soal pertadingan setiap laga sulit tapi kami tetap optimis. Secara kualitas Persiba memiliki kekuatan yang sama dengan Persib. Jadi pertandingan ini, bisa dikatakan sebagai laga adu motivasi," tandas Jovo. (adi)
Diposkan oleh Korwil Balikpapaners di 12:30 0 komentar
Membedah Kekuatan Persiba
Di Kompetisi Indonesia Super League 2010-2011
Oleh: Eddy Simon Badawi (Pelatih Sepakbola)
JIKA disimak perjalanan tim Persiba Balikpapan dalam melakoni kompetisi di kasta tertinggi sepakbola Indonesia periode tahun 2010-2011 ini, tim Persiba bisa dikatakan yang paling siap jika dibandingkan dengan dua kontestan ISL asal Kalimantan Timur lainnya, Persisam Putra Samarinda dan Bontang FC. Tanda-tanda keseriusan H.Syahril HM Taher selaku orang nomor satu di Persiba, untuk mengusung Beruang Madu –julukan tim Persiba- meraih juara ISL musim ini, cukup beralasan. Pasalnya, tim Persiba sudah cukup berpengalaman di kompetisi dan tidak mengalami sedikitpun kendala, baik dari segi pendanaan, persiapan, maupun perekrutan pemain.
Semua ini tidak terlepas dari faktor pengalaman managemen Persiba yang sudah cukup professional untuk mengelola sebuah tim sepakbola, dengan mengandalkan dana APBD seperti tim lainnya yang ada di kancah persepakbolaan Tanah Air. Persiba cukup rapi dan transparan kepada publik, sehingga dalam beberapa dekade dalam penggunaan dana APBD tersebut tidak mengalami permasalahan. Keharmonisan hubungan manajemen Persiba dengan anggota Legislatif dan Eksekutif di pemerintahan kota, membuat tim Persiba makin solid. Hal semacam ini patut menjadikan contoh bagi sesama manajemen sepakbola untuk membangun sepakbola professional.
Secara teknik Persiba dalam start awal kompetisi ISL, cukup menjanjikan. Dengan melakukan pertandingan away ke Kediri menghadapi tim promosi Persibo Bojonegoro serta melawat ke markas Persijap Jepara, mereka mampu meraih 2 poin dari hasil pertandingan 1–1 di dua kota tersebut. Ini merupakan hasil yang cukup lumayan, ditambah poin 3 saat menghempaskan Pelita Jaya di stadion Persiba dengan skor menyolok 3-1. Namun, walau Persiba yang saat itu bermain di kandang sendiri, cukup kerepotan menghadapi tim The Young Pelita yang memang mayoritas dihuni pemain muda. Sementara ini Persiba mengoleksi poin 5 dari hasil 3 laga pertandingan.
Dan untuk pertandingan berikutnya, Persiba kembali bermain di Bandung menghadapi Persib dan di Palembang bentrok dengan Sriwijaya FC. Ini merupakan ujian yg cukup menguras tenaga bagi pelatih Junaidi yang musim ini dipercaya untuk mengarsiteki tim yang dulunya berjuluk Selicin Minyak ini.
Dengan dihuni sederet pemain ternama seperti Aldo Baretto,Robertino Pugliara, Kim Young Hee, Mijo Dadic, Khairul Amri, I Made Wirawan, Doni F Siregar, Erick Setiawan, dilengkapi beberapa pemain yang kualitasnya juga cukup baik yaitu Sultan Samma, Eki Nurhakim, Rasmoyo,Markus Bachtiar, Rusdiansyah, Muhamadan, Galih Sudaryono, Asri Akbar, Edy Gunawan, Eka Santika, Dwi Joko, tidaklah membuat sulid bagi Junaidi untuk meramu tim ini dan membuat alternatif untuk memenuhi keinginan membentuk atau mempergunakan pola/skema yang diinginkan.
Jika melihat dari hasil 3 pertandingan yang, ketajaman Aldo Baretto sebagai pendobrak pertahanan lawan , pemain ini belum menemukan permainan yang sebenarnya Aldo miliki. Dan kehadiran Khairul Amri sebagai tandem sudah dapat membantu Aldo untuk lebih kreatif melakukan manuver-manuver yang membuat pertahanan lawan menjadi kehilangan konsentrasi, sehingga peluang Khairul untuk menjebol gawang lawan lebih terbuka.
Di sektor sayap kiri dan kanan yang dipercayakan Edy Gunawan cukup berperan, akselerasi di sektor kiri yang dilakukan Edy sudah banyak membantu untuk memecahkan ketatnya pertahanan lawan. Sedangkan di wing kanan yang dipercayakan Erick/Dwi Joko, harus serasi dan bisa mengimbangi peranan Edy Gunawan. Di sektor Miedfield/gelandang bertahan Doni F Seregar dan Kim Yong Hee atau Asri Akbar sudah tepat dalam melakukan pertahanan maupun membantu melakukan penyerangan. Hanya saja di sektor tengah ini perlu koordinasi yg jelas diantara Kim Young dan Doni, apabila membantu menyerang, siapa pemain diantara kedua gelandang tersebut yang harus stay di tempat untuk mengantisipasi apabila terjadi serangan balik lawan. Karena Mijo Dadic (saat ini masih cedera) pun kerap membantu menyerang untuk mengharapkan crossing bola-bola long- passing. Sedangkan Robertino yg di plot menjadi gelandang serang untuk menyuplay bola ke dua bomber, terkadang kurang memahami apa sebenarnya yang diinginkan Aldo dan Khairul.
Umpan-umpan bola yang memanjakan yang diharapkan khususnya buat Aldo jarang didapat seperti saat Aldo bermain di Bontang FC atau di Persisam Putra beberapa musim lalu. Namun demikian Robertino adalah merupakan sosok pemain yg konsisten dan sangat berperan di sentral permainan Persiba. Organisasi three back atau four back yang biasa dilakukan pelatih Junaidi di sektor pertahanan dengan pola/skema 3.4.3 atau 4.4.2/4.2.3.1. yang mempercayakan Markus Bachtiar, Mijo Dadic (Rusdiansyah), Muhammadan sebagai three back, dan ditambah Erick jika mempergunakan fourbBack ( 4 sejajar bertahan ) perlu koordinasi yang jelas dan komunikasi yang efektif, sehingga organisasi pertahanan lebih semangkin solid dan tidak mudah untuk dilewati lawan.
Pengalaman mengadapi Persib Bandung dan Sriwijaya di ajang Inter Island, adalah pembelajaran yg sudah didapat bagi pelatih Junaidi. Tentunya hal tersebut menjadi keuntungan bagi skuad Persiba untuk menerapkan strategi yang siap diterjemahkan kepada pemain untuk di dua pertandingan away ini, sebagai dasar untuk mengantisipasi permainan kedua tim yang bakal dihadapi.
Untuk memudahkan dan merealisasikan target yang diinginkan manajemen Persiba ke jenjang juara ISL musim ini, tentunya dalam lawatan kali ini maupun pertandingan berikutnya, Persiba dituntut bisa meraih poin penuh atau setidaknya mencuri poin di kandang lawan, sehingga dalam pengumpulan poin-poin berikutnya tidak terlalu berat, untuk selalu memposisikan Persiba di klasemen tidak terlalu jauh pada urutan zona papan atas , atau selalu tetap berada di posisi papan atas klasemen ISL. Jika saja Persiba di dalam perjalanan kompetisi selalu berada pada posisi papan atas, tentunya situasi semacam ini akan memudahkan Persiba untuk dapat mewujudkan target juara. Bravo Persiba, semoga sukses. (*)
Diposkan oleh Korwil Balikpapaners di 12:07 0 komentar
Ujian Duet Aldo-Amri
BANDUNG - Sukses mengantarkan kemenangan perdana tim Persiba Balikpapan pada home perdananya di musim Superliga 2010/2011 ini, duet bomber Aldo Barreto Miranda dan Mohammad Khairul Amri kembali bakal diuji ketika timnya menghadapi tuan rumah Persib Bandung di Stadion Siliwangi Bandung, Sabtu (16/10) malam ini.
Sama-sama baru membukukan satu gol ketika Persiba mengganyang Pelita Jaya Karawang, Aldo dan Amri kembali mendapat kepercayaan dari pelatih Junaidi untuk menjadi penggedor barisan pertahanan Persib yang dihuni pilar-pilar Timnas seperti Nova Arianto, Maman Abdurrahman serta penjaga gawang Markus Horison.
“Aldo dan Amri sudah mulai terlihat padu, harapan kami keduanya pun lebih padu lagi di beberapa laga berikutnya termasuk menghadapi Persib. Dilihat dari kesiapan keduanya baik Aldo maupun Amri, saya optimis mereka akan merepotkan lini belakang Persib,” kata Junaidi.
Harapan yang sama tentunya juga sangat diimpikan oleh bubuhan supporter Persiba yang bakal menyaksikan langsung di antv laga tim kesanyangannya tersebut malam ini.
Kembali dipercaya sebagai ujung tombak tim Beruang Madu-julukan Persiba pada big match malam ini, baik Aldo maupun Amri sama-sama mengamini. Menurut striker asal Paraguay yang musim lalu merebut tropi top score dengan 19 golnya tersebut. Aldo tetap bersikap apa adanya sebagaimana pemain lainnya.
“Kami bermain butuh kolektivitas tim, bukan bermain individu. Jika saya bisa buat gol lagi untuk kemenangan Persiba tidak hanya saya senang tapi semua akan senang. Itu menjadi motivasi saya setelah gol pertama lalu, mudahan saja besok (hari ini.Red) saya bisa buat gol lagi,” beber Aldo. “Tapi bukan saya saja semua pemain ada kans untuk buat gol, hanya yang penting bagaimana kami bisa menang dari Persib,” imbuhnya singkat.
Demikian halnya dengan Amri. Torehan gol pertama dilaga perdananya bersama Persiba memang membuatnya terinspirasi untuk terus melahirkan gol-gol ke gawang lawannya sekaligus membawa kemenangan bagi skuad Beruang Madu. “Setiap saya berlaga bersama tim saya, rasa untuk buat gol itu selalu ada. Doakan saja melawan Persib saya bisa kembali buat gol. Taoi bukan masalah jika tidak ada gol dari saya asalkan Persiba menang,” ucap Amri.
Diakui Amri, berkat gol perdananya lalu ke gawang Pelita nalurinya sebagai striker kembali tinggi meski baru pertama kali berkompetisi di Indonesia. Apalagi berkat gol menawannya ke gawang Pelita, sosok Amri mulai diperhitungkan lawan-lawannya. Terlebih pada laga menghadapi Persib, malam ini. Keluarga besar Amri datang langsung ke Bandung untuk menyaksikan aksinya di lapangan hijau. “Harapan saya sangat ingin membuat Persiba menang, mungkin gol bisa lahir dari saya atau teman-teman lain. Tapi saya sekarang juga semakin termotivasi karena keluarga saya datang juga ingin lihat saya bermain,” ungkap Amri.
Sementara itu, disinggung mengenai nama Shahril Ishak rekan satu timnya di Timnas Singapura yang akan mengawali debutnya musim ini bersama Persib Bandung, Amri mewaspadainya. Menurutnya, Sharil adalah pemain yang berbahaya, sehingga tidak salah manajemen Persib langsung menunjuknya sebagai kapten tim menggantikan posisi Nova Arianto yang melepas jabatan tersebut.
“Shahril sahabat saya, dia kapten Timnas Singapura. Saya juga kaget dia menjadi kapten di Persib. Mungkin di lapangan kita harus berhadapan menjadi lawan. Tapi di luar lapangan, saya tetap berkawan. Kami sama-sama profesional,” ungkapnya.
Sosok Shahril diakui Amri merupakan pemain yang cukup bagus. Sekalipun berposisi sebagai gelandang serang, prestasi semakin bagus. Terbukti lanjut Amri, hampir setiap musim bersama klubnya di liga Singapura torehan golnya makin meningkat dan bahkan pada musim terkahirnya lalu Shahril sukses menjadi top score. Di Persib sendiri Sharil tidak sendiri, bersama Baihaqi Khaizan keduanya bakal menjadi lawan Amri bersama Persiba.(san)
Diposkan oleh Korwil Balikpapaners di 10:24 0 komentar


























